Sepatu Bata, Bukan Asli Indonesia, Tapi Digandrungi Sampai Rakyat Jelata

Iklan produk sepatu untuk olah raga dengan model 41 dari merek Bata. Harga yang dibandrol untuk sepasang sepatu olah raga ini adalah Rp. 27.90.- pada tahun 1957. (Sumber : Perpustakaan Nasional)

Sumatrapost.id | Di tengah gencarnya promosi dari pemerintah terkait penggunaan produk asli Indonesia, banyak pihak mulai menelisik merk kenamaan sejumlah kebutuhan masyarakat. Termasuk kebutuhan sekolah, yang salah satunya sepatu.

Banyak orang mengira Bata adalah produk dalam negeri, apalagi faktanya memang pabrik sepatu itu berada di Kalibata, Jakarta Selatan.

 

Sepatu bata, memang popular di tengah masyarakat Indonesia. Karena Harganya yang tergolong murah, juga memiliki kualitas baik dan mudah didapat. Ini menjadi alasan orang membelinya. Selain itu, Bata juga sudah teruji oleh waktu, dengan eksistensonya di Indonesia sejak 1931.

Ya, sepatu Bata bukanlah produk dalam negeri, melainkan produk Eropa tepatnya dari Ceko. Kata “Bata” justru diambil dari pendiri sekaligus pembuatnya, yakni Tomas Bata.

Pada 24 Agustus 1894, Tomas Bata, pengusaha asal Ceko ini mendirikan pabrik sepatu Bata di Zlin. Dengan Bermodalkan pinjaman sebesar US$ 350, dia dan saudara-saudaranya memulai usaha ini.

 

Baca Juga : Dinilai Monoposi Pasar Iklan Online, Uni Eropa Awasi Google

 

Dari sana pula lah, tomas bata berkelana mencari inspirasi pembuatan sepatu, termasuk belajar mencari mesin pembuat sepatu.

Perjalanannya pun cukup panjang, dia mengunjungi New England (Amerika Serikat/AS), menjadi buruh sepatu pabrik sepatu disana, untuk belajar membuat sepatu. Barulah ketika sudah cukup ilmu dia kembali ke Ceko untuk mempraktikan seluruhnya.

Perang Dunia I (1914-1918) yang terjadi di eropa, menjadi pembuka langkah besar bisnis sepatu bata. Berkat peristiwa itu, Bata mendapat order sepatu tentara dalam skala besar.

 

Baca Juga : Bakal Jadi ‘pengantin’, PKB Dipingit Cak Imin